Jakarta, 1 Oktober 2026 - MTsN 2 Jakarta melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila di lapangan madrasah pada Kamis pagi. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah Sri Setiti, M.Pd hadir bersama dewan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik. Barisan peserta tampak rapi dan tertib sejak upacara dimulai, sehingga kegiatan berlangsung khidmat hingga akhir.
Bertugas sebagai petugas upacara adalah peserta didik yang tergabung dalam Paskibra, Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIS), dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Mereka menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembaca teks Pancasila dan doa. Kekompakan ketiga unsur ini menjadi cerminan semangat kebersamaan di lingkungan madrasah.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada pembina upacara oleh pemimpin upacara. Setelah itu, pasukan pengibar bendera dari Paskibra melaksanakan tugasnya dengan penuh kekompakan, diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh peserta. Sang Merah Putih berkibar dengan gagah di bawah langit pagi, menambah suasana haru dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Pada bagian inti upacara, Ibu Sri Setiti, M.Pd selaku pembina memimpin pembacaan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta dengan penuh penghayatan. Pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh petugas dari kalangan peserta didik berlangsung lancar dan lantang. Rangkaian ini mengingatkan seluruh warga madrasah akan dasar negara dan cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menjelaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila merupakan pengingat atas keteguhan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tidak tergoyahkan. Beliau mengajak peserta didik memahami sejarah dengan baik agar dapat mengambil pelajaran darinya. Menurut beliau, mengenang peristiwa masa lalu bukan untuk menyimpan luka, melainkan untuk memperkuat tekad menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Beliau juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Contohnya adalah menghargai perbedaan teman, bersikap jujur, bertanggung jawab, dan mau bekerja sama dalam kebaikan. Selain itu, beliau menyampaikan apresiasi kepada petugas dari Paskibra, OSIS, dan MPK atas kedisiplinan yang ditunjukkan, serta berpesan agar peserta didik rajin belajar dan menjaga akhlak.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan penghormatan terakhir kepada pembina, lalu barisan dibubarkan dengan tertib. Melalui peringatan ini, MTsN 2 Jakarta berharap seluruh warga madrasah semakin mencintai Pancasila dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Semangat kebersamaan yang terpancar dalam upacara diharapkan terus terjaga dan menjadi bekal bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang gemilang.